CONTOH CERAI GUGATAN GHOIB
CONTOH CERAI GUGATAN GHOIB
Perihal : Cerai Gugat Salatiga, ……………
Kepada
Yth. Ketua Pengadilan Agama Salatiga
Di Salatiga
Assalamu'alaikum wr. wb.
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : …………………………………………………….
NIK : ………………………..
Umur : ………………………….
Agama : ……………………………
Pendidikan : ,……………………………
Pekerjaan : …………………………………
Alamat : …………………………………………………………………. sebagai PENGGUGAT;
dengan hormat, mengajukan gugatan cerai berlawanan dengan:
Nama : …………………………………..
Umur : …………………………………….
Agama : …………………………………..
Pendidikan : ……………………………………
Pekerjaan : …………………………………
Alamat : ……………………………………………………………….. sekarang tidak diketahui alamatnya dengan jelas dan pasti di wilayah Republik Indonesia sebagai TERGUGAT;
Dengan alasan/dalil - dalil gugatan Penggugat sebagai berikut :
1. Bahwa pada tanggal …………………………., Penggugat dengan Tergugat telah melangsungkan pernikahan dan dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan ………………….., Kota Semarang sebagaimana tercantum dalam Kutipan Akta Nikah Nomor ……………………….
2. Bahwa setelah pernikahan tersebut antara Penggugat dan Tergugat tinggal dikediaman bersama di Kalibanteng, kota semarang, selama ± ……………tahun, kemudian sejak tahun …………….. tinggal bersama di Kota Salatiga, keduanya hidup rukun sebagaimana layaknya suami isteri, dan telah dikaruniai …….. orang anak yang bernama:
a. ….……, laki-laki, umur …… tahun
b. ….……. , perempuan, umur …….Tahun
3. Bahwa semula keadaan rumah tangga Penggugat dan Tergugat dalam keadaan harmonis, namun sejak tahun …………….. keadaan Penggugat dan Tergugat mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan karena:
a. Tergugat sering melakukan kekerasan secara fisik terhadap Penggugat
b. Tergugat sering mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menghina Penggugat
4. Bahwa sejak bulan …………… Tergugat pergi meninggalkan Penggugat tanpa izin dan tanpa alasan yang sah hingga sekarang selama ± ………tahun dan selama itu Tergugat tidak pernah pulang ataupun memberi kabar kepada Penggugat;
5. Bahwa Penggugat telah berusaha mencari Tergugat, dirumah teman-temannya dan keluarganya, namun tidak berhasil hingga sampai gugatan ini diajukan, Tergugat sama sekali tidak pernah kembali ataupun mengirimkan nafkah kepada Penggugat.
6. Bahwa atas sikap dan perlakuan Tergugat tersebut, Penggugat tidak rela karena Tergugat telah melanggar sighat taklik talak dan Penggugat bersedia membayar iwadh;
Berdasarkan alasan/dalil-dalil di atas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Salatiga segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
2. Menetapkan jatuh talak satu khul’i Tergugat ……………. Bin …………….terhadap Penggugat ………………… Binti ………………… dengan iwadl berupa Rp. 10.000,- ( Sepuluh ribu rupiah );
3. Menetapkan biaya perkara menurut hukum;
Dan atau jika Pengadilan Agama Salatiga berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Demikian atas terkabulnya gugatan ini, Penggugat menyampaikan terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Hormat Penggugat,
….……………….Binti ……………..
Komentar
Posting Komentar